KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
OPTIMALISASI HASIL BELAJAR MURID
MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Tujuan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dari tujuan pendidikan tersebut tersirat bahwa tugas guru adalah menuntun anak dalam hal ini murid sesuai dengan kodrat anak dan kodrat jaman agar nantinya mereka dapat selamat dan bahagia baik dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosialnya di masyarakat. Menuntun murid sesuai dengan kodratnya memerlukan nilai dan peran pendidik yang melekat pada diri setiap pendidik. Hal ini berarti dalam proses pembelajaran dan kegiatan sehari-hari guru harus mampu menciptakan suasana yang berpihak pada murid. Diharapkan dengan berpihak pada murid, guru mampu membawa murid kepada kehidupan yang merdeka, bahagia, dan selamat baik secara individu ataupun sebagai bagian dari masyarakat.
Salah satu ciri murid merdeka atau merasa bahagia tatkala mereka merasa kebutuhan belajar mereka dipenuhi dan disesuaikan dengan potensi yang mereka miliki. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan solusi untuk membawa mereka agar bahagia dan merdeka dalam mengikuti pembelajaran. Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan tersebut terkait dengan: 1) lingkungan belajar yang mendukung murid belajar, 2) tujuan pembelajaran yang jelas, 3) penilaian berkelanjutan, 4) merespon kebutuhan murid, dan 5) manajemen kelas yang efektif.
Pembelajaran berdiferensiasi perlu dipersiapkan dengan mengetahui terlebih dahulu kebutuhan belajar murid. Langkah awal dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah memetakan kebutuhan belajar murid dari tiga aspek yaitu kesiapan belajar, minat, dan profil gaya belajar murid. Terdapat tiga strategi dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu: diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Diferensiasi konten terkait dengan hal yang kita ajarkan yang merupakan tanggapan dari tiga aspek kebutuhan belajar murid. Diferensiasi proses terkait dengan bagaimana murid memahami materi yang diajarkan dilihat dari tiga kebutuhan belajar dapat dilakukan dengan kegiatan berjenjang, memberikan pertanyaan pemandu, membuat agenda individual, memvariasikan lama waktu pengerjaan, mengembangkan berbaga kegiatan, menggunakan pengelompokan yang fleksibel. Diferensiasi produk merupakan unjuk kerja yang mencerminkan pemahaman murid sesuai dengan tujuan yang diharapkan guru dapat dilakukan dengan memberikan tantangan dalam penugasan dan memberikan murid pilihan tentu saja dengan memperhatikan tiga aspek kebutuhan belajar murid.
Mewujudkan lingkungan belajar yang berpihak pada murid dapat dilakukan dengan menciptakan komunitas belajar. Komunitas belajar merupakan pondasi untuk membangun lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Carol Ann Tomlinson, komunitas belajar memiliki karakter: setiap orang menyambut dan disambut dengan baik, setiap orang saling menghargai, murid merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, ada keadilan yang nyata, guru dan murid berkolaborasi untuk sukses. Sukses termasuk salah satunya sukses dalam meningkatkan hasil belajar murid.
Berdasarkan pemaparan di atas, sangat jelas bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berpihak pada murid karena merupakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar individu. Pembelajaran diferensiasi dapat terwujud dalam komunitas belajar, yang tiap anggotanya berkolaborasi untuk sukses, merdeka, dan bahagia dalam proses belajar.
Komentar
Posting Komentar