Postingan

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

 PEMENUHAN KEBUTUHAN BELAJAR DAN  OPTIMALISASI HASIL BELAJAR MURID MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI     T ujuan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dari tujuan pendidikan tersebut tersirat bahwa tugas guru adalah menuntun anak dalam hal ini murid sesuai dengan kodrat anak dan kodrat jaman agar nantinya mereka dapat selamat dan bahagia baik dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosialnya di masyarakat. Menuntun murid sesuai dengan kodratnya memerlukan nilai dan peran pendidik yang melekat pada diri setiap pendidik. Hal ini berarti dalam proses pembelajaran dan kegiatan sehari-hari guru harus mampu menciptakan suasana yang berpihak pada murid. Diharapkan dengan berpihak pada murid, guru mampu membawa murid kepada kehidupan yang merdeka, bahagia, dan selamat baik secara i...

AKSI NYATA MODUL 1.4_MENUMBUHKAN BUDAYA POSITIF

Gambar
MENUMBUHKAN BUDAYA POSITIF MELALUI KESEPAKATAN KELAS      Budaya sekolah menurut Fullan (2007) adalah keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang terlihat dari bagaimana sekolah menjalankan aktivitas sehari-hari. Sedangkan Deal dan Peterson (1999) mendefinisikan budaya sekolah sebagai berbagai tradisi dan kebiasaan keseharian yang dibangun dalam jangka waktu yang lama oleh guru, murid, orang tua, dan staf administrasi yang bekerjasama dalam menghadapi berbagai krisis dan pencapaian. B udaya positif di sekolah ialah  nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Dalam mewujudkan budaya positif ini, guru memegang peranan sentral. Guru perlu memahami posisi apa yang tepat untuk dapat mewujudkan budaya positif baik lingkup kelas maupun sekolah. Selain itu, pemahaman akan disiplin positif juga diperlukan karena sebagai pamong, guru diha...

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.4_BUDAYA POSITIF_KESEPAKATAN KELAS

Gambar
KESEPAKATAN PEMBELAJARAN DARING DI KELAS 8A4  SMP NEGERI 1 SINGARAJA     Pembelajaran Daring di awal pemberlakuannya berjalan dengan lancar, murid-murid bersemangat mengikuti pembelajaran terutama saat tatap maya. Seiring berjalannya waktu, terlihat antusiasme murid mulai berkurang, mereka mulai mangkir dari tatap maya ataupun pengerjaan tugas dengan berbagai alasan. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan perubahan terhadap kondisi yang dihadapi dengan membuat kesepakatan kelas.      Langkah-langkah yang penulis tempuh dalam menyusun kesepakatan kelas yaitu: Menggali informasi penyebab utama turunnya antusiasme murid terhadap pelaksanaan daring.  Pada langkah pertama ini guru melakukan tindakan identifikasi terhadap hal-hal yang menyebabkan antusiasme murid menurun terhadap pembelajaran daring. Identifikasi ini dilakukan dengan meminta murid untuk mengisi kuisioner berbantukan google form yang disebarkan melalui WA Grup. Hal ini dilakukan sebel...

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.1 DAN MODUL 1.2

Gambar
PENGUATAN DIRI TERHADAP  NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK  UNTUK MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Pemahaman Terhadap Nilai dan Peran Guru Penggerak Nilai Guru Penggerak yaitu: Mandiri Reflektif Kolaboratif Inovatif Berpihak Pada Murid Peran Guru Penggerak yaitu: Menjadi pemimpin pembelajaran Menggerakkan komunitas praktisi Menjadi coach bagi guru lain Mendorong kolaborasi Mewujudkan kepemimpinan murid Seorang guru penggerak dalam menjalankan perannya harus berpegang pada nilai-nilai guru penggerak. Nilai guru penggerak yang dimiliki mendukung segala aktivitas yang kita laksanakan dalam menjalankan peran-peran guru penggerak (lihat Gambar 1). Gambar 1. Nilai dan Peran Guru Penggerak (Sumber: Bahan Presentasi Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 _PPGP. 2021) Pondasi terpenting dari nilai guru penggerak dalam menjalankan peran sebagai guru penggerak adalah berpihak pada murid. Hal tersebut dikarenakan segala nilai yang kita miliki dan peran yang kita jalankan semuanya adalah untuk mem...

BERBAGI AKSI NYATA (1.1.a.10.1)

Gambar
PENERAPAN "BERKOALA" UNTUK MEMBANGKITKAN  SIKAP GOTONG ROYONG  SAAT BELAJAR DARI RUMAH Pandemi Covid-19 menyebabkan segala aktivitas bertatap muka menjadi sangat kurang,  sekolah sebagai penyelenggara pendidikan pun tak luput dari hal ini. Pemerintah mengeluarkan aturan-aturan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi sekolah. Salah satu peraturan yang diterapkan adalah membatasi tatap muka di sekolah, sehingga pelaksanaan pembelajaran dilangsungkan dari rumah atau diistilahkan dengan Belajar Dari Rumah (BDR). Pelaksanaan BDR ini resmi diberlakukan semenjak Maret 2020, dan hingga saat ini BDR telah berlangsung hampir selama satu setengah tahun. Pelaksanaan BDR ini memerlukan banyak persiapan baik itu sarana dan prasarana, hingga psikologis murid.  Masa remaja seusia SMP, anak cenderung suka berkelompok, namun s elama BDR berlangsung siswa cenderung mengerjakan segala sesuatu sendiri atau sekedar meminta bantuan kepada anggota keluarga. Hal tersebut cukup menyurutkan ras...